4 Macam Servis Mobil Berkala

4 Macam Servis Mobil Berkala

Pemeliharaan kendaraan bermotor merupakan hal yang wajib diperhatikan bagi para penggunanya. Tidak hanya digunakan saja, namun juga harus dirawat dengan baik. Mulai dari pemeliharaan fisik, hingga mesin kendaraannya.

Sama halnya dengan manusia yang harus diberi makan dan juga minum untuk bertahan hidup, begitu pula dengan kendaraan bermotor yang perlu di servis untuk tetap menjaga stabilitas dari performanya itu sendiri.

Semua model kendaraan bermotor diwajibkan untuk dilakukannya servis sesuai dengan jangka waktu dan juga kebutuhan mesinnya sendiri. Biasanya, servis kendaraan akan ada waktu-waktu khusus yang sudah ditentukan dan juga dijadwalkan dalam sebuah buku servis. Namun, bisa juga kita memperkirakan sendiri kapan waktu yang tepat untuk melakukan servis mobil pada kendaraan yang kita miliki.

Berikut akan dijelaskan mengenai macam-macam servis yang dikhususkan untuk mobil sebagai pengetahuan tambahan untuk kita. Tentunya, servis yang nantinya dilakukan membutuhkan tahapan-tahapan yang harus dipenuhi sebelum melakukan servis itu sendiri.

Servis Mobil Secara Berkala Pada 5.000 KM

Servis pada kendaraan bermotor tentunya harus dilakukan secara servis berkala. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memelihara kesehatan mesin dan juga mobil kita dari kerusakan yang bisa terjadi juga secara berkala seiring dengan jangka waktu pemakaian.

Biasanya, saat mobil sudah mencapai jarak tempuh 1.000 KM, pemilik diharuskan untuk melakukan servis atau pengecekan mesin mobil. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada yang perlu dibenahi ataukah sedikit mengalami masalah.

Pada KM 5.000, kita juga diwajibkan dan juga dijadwalkan untuk melakukan servis mobil kembali. Masa yang digunakan untuk patokan jarak tempuh 5.000 KM adalah sekitar 3 sampai 4 bulan lamanya. Namun semua itu tergantung dari masa pakai dan juga jarak tempuh.

Pada masa ini, mobil akan diservis dengan pemeliharaan berkala pada mesinnya. Beberapa komponen juga perlu diganti melihat dari jarak yang ditempuh sudah memenuhi syarat ganti. Begitu juga dengan oli mobil yang harus ikut diganti dibarengi dengan filternya juga. Ada juga pergantian pada steering, cairan mobil, dan juga kampas rem yang harus ikut diganti.

Servis Mobil Secara Berkala Pada 10.000 KM

Pada jarak tempuh 10.000 KM, mobil akan mendapatkan lebih banyak titik pengecekan. Hal ini dipengaruhi oleh jarak yang terbilang sudah cukup jauh. Tentunya pengecekan yang dilakukan akan lebih detail ketimbang pada jarak 5.000 KM.

Servis mobil yang akan didapatkan adalah pengecekan dan juga pembersihan mobil pada kampas rem keempat rodanya. Selain itu, ada juga beberapa komponen yang harus dilakukan pergantian, diantaranya adalah oli mesin dan juga oli transmisi. Tidak lupa juga pengecekan pda balancing, spooring, dan juga rotasi ban yang menyilang.

Servis Mobil Berkala Pada 15.000 KM

Untuk jarak tempuh 15.000 KM akan lebih mendetail lagi dalam langkah perawatan berkala mobil. Dimana komponen yang dicek dan juga diganti akan jauh lebih bangak lagi. Yang mana diantaranya adalah pergantian oli yang menjadi menu wajib tiap kelipatan 5.000 KM, ada juga pengecekan yang dilakukan pada fluida berserta minyak lain, air radiator, baut kolong, hingga suspensi.

Servis Mobil Berkala Pada 20.000 KM

Saat usia mobil kita mencapai penggunaan 1 tahun, maka kita diwajibkan untuk melakukan servis secara berkala lagi. Nah, untuk servis pada KM 20.000 ini bisa dibilang sebagai kegiatan servis besar yang mana akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama lagi.

Hal ini dilatarbelakangi karena semakin banyaknya komponen yang harus dicek sampai diganti secara lebih mendetail. Tetapi, sebenarnya semua servis mobil yang dilakukan hampir-hampir sama, antara komponen yang harus dicek dan juga diganti. Hanya saja setiap ada penambahan jarak tempuh maka akan semakin bertambah pula komponen yang perlu untuk dicek juga.

Pada jarak tempuh 20.000 KM ini yang akan di servis adalah pergantian busi mesin, pengecekan dan juga penyetelan klep, pembersihan saringan udara, pemgecekan rem pada semua roda mobilnya, pembersihan pada throttle body, penggantian filter ACnya, melakukan kalibrasi idle, ada juga pengecekan pada balancing dan juga spooring, hingga masuk ke pengecekan rotasi ban menyilang.

Ternyata begitu banyak macam servis mobil yang perlu kita ketahui dalam proses pemeliharaan kendaraan bermotor. Hal ini tentunya diwajibkan untuk mengerahkannya pada pihak yang lebih ahli, ya. Layaknya bengkel resmi yang menaungi merek mobil kita.

Fakta dan Mitos Ganti Oli Mobil yang Benar

Fakta dan Mitos Ganti Oli Mobil yang Benar

Rutin mengganti oli mesin mobil pada kendaraan bermotor merupakan hal yang wajib. Sebab, mengganti oli mesin mobil bukanlah hal sepele. Salah memilih atau mengganti oli mesin mobil akan dapat berakibat fatal.

Ada beragam pendapat terkait mengganti oli mesin mobil, termasuk kesalahpahaman mengenai oli mesin tersebut. Mitos-mitos yang berkembang tentang oli mesin membuat yang tidak paham menjadi bingung. Agar Anda tidak bingung, simak fakta dan mitos berikut mengenai oli.

Mengganti Oli Mesin Mobil yang Berwarna Htam

Warna oli mesin menjadi hitam adalah hal wajar. Bukan berarti Anda harus mengganti oli mesin tersebut dengan yang baru. Sebab, mengganti oli mesin mobil wajib mengikuti buku panduan dari pabriknya.

Oli bukan hanya sebagai pelumas, tetapi juga membersihkan permukaan dinding silinder terhadap karbon, oksida, dan kerak-kerak yang timbul akibat pembakaran. Oleh sebab itu, wajar jika oli berubah hitam dalam waktu singkat.

Mengganti Oli Mesin Mobil dengan Berbagai Merk

Apakah sering ganti oli mobil dengan berbagai merek yang berbeda akan membuat mesin cepat rusak? Jawabannya adalah belum tentu benar demikian. Sebab, mengganti merek oli tidak berbahaya bagi mesin, asalkan kadar kekentalan oli yang dipakai sesuai dengan spesifikasi mesin.

Mengganti Oli Mesin Mobil Sintetik untuk Kendaraan Tua

Umumnya, oli sintetik lebih direkomendasikan bagi kendaraan keluaran terbaru karena teknologinya lebih sesuai. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika kendaraan tua juga dapat menggunakannya.

Mengganti Oli Mesin Mobil Mengikuti Jarak Tempuh

Umumnya, mengganti oli mesin mobil dilakukan pada kelipatan 5.000 – 10.000 km. Akan tetapi, hal tersebut sebenarnya juga bergantung pada situasi dan kondisi.

Apabila mobil Anda digunakan untuk aktivitas sehari-hari dan sering terjebak macet, maka jam kerja mesin kendaraan menjadi pertimbangan wajib. Walaupun kilometer tidak jalan, tetapi mesin tetap tersirkulasi dan tetap jalan.

Maka, saat Anda melakukan ganti oli pada mobil Anda, perhatikanlah running hours mesin mobil tersebut. Dari sini, Anda dapat mengetahui mengapa jarak tempuh mobil sudah tak relevan lagi untuk melakukan penggantian oli mesin mobil.

Mengganti dan Menguras Oli Mesin Mobil

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk mengganti oli mesin mobil, yakni dengan cara menguras oli atau dengan membuangnya untuk kemudian ditambahkan seperti yang biasa dilakukan oleh mekanik di bengkel.

Anda mungkin bertanya-tanya di manakah letak perbedaan keduanya, serta apa benefit dari masing-masing cara itu. Pertanyaan tersebut timbul karena yang penting adalah oli mesin mobil diganti dengan waktu dan running hours mesin-nya.

Agar Anda tidak salah paham, simak perbedaan mengganti dan menguras oli mesin mobil berikut ini.

Mengganti Oli Mesin Mobil

Dalam proses mengganti oli mesin mobil, kenyataannya oli lama cuma dibuang dengan cara membuka baut pada bagian bawah bak penampungan saja. Jumlah oli yang dibuang itu juga cuma sekitar 3 hingga 4 liter saja.

Selain itu, ganti oli mobil juga biasanya disarankan untuk dilakukan setiap kendaraan jika telah menempuh jarak 10.000 kilometer atau sesuai dengan running hours mesin.

Sebaiknya hindari kebiasaan menyemprot ruang mesin dengan angin bertekanan tinggi. Sebab, bagian internal mesin seperti karet-karet akan cepat rusak akibat mengembang saat menerima tekanan angin yang tinggi, di mana terdapat kandungan air pada angin tersebut.

Menguras Oli Mesin Mobil

Berbeda dengan mengganti oli mesin mobil, menguras oli mobil berarti membuang oli lama mencapai 10 hingga 12 liter. Hal itu dikarenakan oli yang ada pada bak penampungan juga ikut terbuang.

Sebaiknya kuras oli jika kendaraan telah menempuh jarak 50.000 km. Hal ini bertujuan agar kotoran yang terdapat di dalam bak penampungan dapat dibersihkan. Dengan begitu, ketahanan mesin akan tetap terjaga.

Mengganti oli mesin mobil dengan cara dikuras berarti mengganti seluruh oli yang lama atau bekas, tanpa tersisa sedikitpun di dalam mesin mobil. Sisa-sisa kotoran dan debu akan benar-benar hilang dari mesin mobil apabila Anda mengganti oli mesin mobil dengan cara dikuras.

Demikianlah artikel mengenai fakta dan mitos yang beredar di masyarakat mengenai ganti oli mobil. Pastikan Anda menggunakan oli mesin mobil kualitas terbaik.

Tips Aman Belanja Online

Belum Familiar dengan Belanja Online? Inilah 3 Tips Aman Belanja Online yang Harus Anda Tahu

Belanja online telah menjadi pilihan banyak orang, terutama saat pandemic COVID-19. Dikarenakan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah guna mencegah penyebaran virus COVID-19. Dengan berlakunya PSBB, secara otomatis Anda yang terbiasa berbelanja di luar rumah secara offline akan mulai mencari alternatif lain dalam berbelanja, yaitu dengan berbelanja online. Bahkan sebentar lagi Anda bisa mengandalkan promo 17 Agustus sehingga bisa menghemat pengeluaran.

Tips Aman Belanja Online

Bagi Anda yang sudah terbiasa belanja online bahkan sebelum adanya pandemi, tentu Anda sudah familiar perihal sistem transaksi belanja online. Namun, bagi Anda yang belum pernah belanja online mungkin masih diliputi kekhawatiran akan salah memilih toko hingga khawatir jika tertipu. Agar kekhawatiran Anda hilang, yuk simak tips aman belanja online berikut ini!

  1. Pilihlah Situs atau Aplikasi Belanja Online Terpercaya

Bagi Anda yang belum terbiasa belanja online, pastikan Anda berbelanja di situs-situs ataupun aplikasi belanja online terpercaya. Situs ataupun aplikasi belanja terpercaya biasanya sudah menjual berbagai jenis barang dan memiliki banyak review atau ulasan positif dari para pelanggannya. Hindari belanja online dari mereka yang hanya memasarkan di sosial media dan belanjalah secara online di situs dan aplikasi online terpercaya.

Sebenarnya sah-sah saja jika Anda membeli barang melalui toko online yang ada di sosial media. Hanya saja pastikan Anda sudah mencari tahu tentang kredibilitas toko tersebut.

  1. Pilihlah Seller yang Bereputasi Baik

Ketika Anda mengunjungi situs-situs atau aplikasi belanja online, secara otomatis Anda akan melihat produk-produk yang Anda inginkan dan akan melihat seller yang menjual produk tersebut. Mulailah dengan mempelajari hal-hal yang ditampilkan dalam toko. Jika seller adalah seller yang jujur dan terpercaya, maka seller tersebut akan mempunyai reputasi yang baik dan bisa dilihat dari review atau ulasan yang diberikan pelanggannya di situs belanja online tersebut.

Sama halnya ketika Anda tengah berburu promo 17 Agustus, jangan langsung berbelanja tanpa memastikan bahwa seller yang dipilih memiliki reputasi yang baik.

  1. Pelajari dengan Teliti Syarat dan Ketentuan yang Berlaku

Sistem belanja online juga memungkinkan Anda untuk lebih aman dan nyaman berbelanja dikarenakan segala syarat dan ketentuan yang berlaku biasanya sudah ditulis di setiap deskripsi produk di laman situs yang Anda kunjungi. Upayakan selalu membaca setiap syarat dan ketentuan yang berlaku dari produk yang Anda beli. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri Anda dari penipuan maupun kekecewaan jika barang yang dibeli tidak sesuai yang diharapkan.

Ada beberapa jenis syarat dan ketentuan yang berlaku dalam belanja online. Misalnya, jumlah barang atau berat barang yang bisa dikirim, lama pengiriman, jenis pengiriman paket, tanggal expired, proses pengembalian barang jika terjadi kerusakan selama pengiriman, maupun promo yang berlaku saat pembelian. Lebih dari itu, ada juga toko online yang sering menawarkan promo 17 Agustus besar-besaran untuk para pelanggannya.

Itulah beberapa tips bagi Anda yang baru mau belajar dan membiasakan diri untuk berbelanja secara online. Sistem belanja online memang memudahkan, hanya saja tetap dibutuhkan kehati-hatian agar barang yang dibeli secara online benar-benar sesuai dengan yang diinginkan.

Apa Saja Sih Obat Diabetes Yuk Cari Tahu!

Apa Saja Sih Obat Diabetes? Yuk Cari Tahu!

Diabetes merupakan penyakit kronis dimana kadar gula atau glukosa darah meningkat. Diabetes dibedakan menjadi dua jenis, diabetes tipe 1 dimana pankreas tidak dapat memproduksi insulin, dan diabetes tipe 2 dimana hanya sebagian penderitanya memerlukan insulin. Lantas apa saja sih obat diabetes? Karena diabetes dapat menimbulkan komplikasi jika tidak dikontrol dengan baik.

Namun rupanya tidak semua penderita diabetes melitus atau kencing manis harus ditangani dengan obat. Dalam tahap awal pengobatan, umumnya dokter terlebih dahulu menyarankan pasien untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan.

Namun pada beberapa kasus memang penderita diabetes memerlukan obat-obatan tertentu yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Berikut ini obat diabetes yang umum dan direkomendasikan.

  1. Metformin

Obat yang satu ini adalah obat generik yang paling banyak diresepkan dokter bagi para penderita diabetes tipe 2. Metformin berperan sebagai penurun kadar gula yang meningkat, dapat dikonsumsi bersama dengan obat penurun gula darah lainnya ataupun sebagai obat tunggal. Metformin tidak dapat dikonsumsi penderita diabetes tipe 1, dimana organ pankreasnya tidak lagi memproduksi insulin.

  1. Meglitinide

Meglitinide merupakan obat yang mampu merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin. Namun obat yang satu ini dapat menyebabkan penambahan berat badan serta gula darah rendah, karena itulah Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini. Contoh obat dari golongan Meglitinide diantaranya adalah Starlix dan juga Prandin.

  1. Sulfonilurea

Obat diabates selanjutnya adalah Sulfonilurea. Obat yang satu ini memang terbilang obat lawas, namun hingga saat ini masih banyak dikonsumsi karena efektif untuk membantu mengontrol gejala diabetes. Contoh obat generik golongan Sulfonilurea adalah

  • Glimepiride

Glimepiride merupakan obat pengontrol kadar gula darah tinggi pada pengidap diabetes tipe 2. Obat ini tidak dapat dikonsumsi oleh pengidap diabetes tipe 1, karena Glimepiride bekerja untuk membantu menurunkan gula darah penderita yang tubuhnya masih mampu memproduksi insulin secara alami.

  • Glipizide

Glipizide dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada tubuh, bekerja dengan menstimulasi pelepasan insulin yang berasal dari sel beta pankreas. Selain itu obat ini juga mampu mengurangi jumlah glukosa yang dihasilkan oleh organ hati.

  • Glibenclamide

Glibenclamide atau Glyburide merupakan obat diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah. Obat ini bekerja dengan merangsang tubuh untuk dapat mengeluarkan lebih banyak insulin, sehingga dapat mengikat glukosa dalam aliran darah.

  1. Terapi Insulin

Bagi para penderita diabetes tipe 1, terapi insulin merupakan metode andalan untuk mengontrol diabetes. Hal ini dikarenakan pankreas dari para penderita diabetes tipe 1 sudah tidak dapat memproduksi insulin.

Namun tak jarang pula para penderita diabetes tipe 2 yang juga membutuhkan terapi insulin. Karena meskipun kondisi pankreasnya masih dapat menghasilkan hormon insulin, tubuh sudah tidak dapat lagi merespon insulin.

Inilah Cara Mengendalikan Gula Darah

Kesehatan tubuh serta gaya hidup sehat merupakan hal penting tak hanya bagi orang sehat, namun juga bagi para penderita diabetes. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda perhatikan guna mengendalikan gula darah dalam tubuh, diantaranya

  • Olahraga

Bagi para penderita diabetes, olahraga merupakan cara hidup sehat yang penting dan mudah untuk dilakukan. Karena pada saat berolahraga otot tubuh akan menggunakan glukosa atau gula untuk menghimpun energi, sehingga tubuh dapat menggunakan insulin secara efisien.

  • Makan Sehat

Hal yang perlu diperhatikan para penderita diabetes adalah menjaga asupan makanan. Disarankan untuk mengonsumsi buah, sayur, ikan, sumber serat yang cukup, dan menghindari makanan yang mengandung gula tinggi.

Itulah jawaban dari apa saja sih obat diabetes? Tak lupa untuk rutin melakukan check-up paling tidak 6 bulan sekali.